Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

Tempat-Tempat yang Sering Ada Cegatan Polisi

Semangat pagi!!! Kali ini, aku akan berbagi info pengalamanku dan cerita dari teman-teman tempat yang sering ada cegatan polisi di Malang Jawa Timur. Berawal dari cerita suami yang terkena tilang di salah satu kantor polisi di kabupaten malang. Sebelum bersangkat suamiku cek seluruh kelengkapan surat-surat dan kondisi kelayakan motor hingga lampu depannya pun tak luput dicek olehnya. Maklum, motor tersebut butuh biaya extra, sehingga pasti dibiayai tiap bulannya. Biaya yang dimaksud ini bukan bensin lo ya.... Kalau itu mah, wajar. Melainkan biaya perawatan yang lainnya. Misalnya oli, itu pasti tiap bulan, umumnya kalau oli setahuku paling cepat tiap 3 bulan sekali. Kemudian, ganti ban, ganti rantai, dll. Sampai-sampai kalau dihitung-hitung, membiayai motor tersebut dalam dua tahun saja, sudah sama dengan beli motor baru. Nah, lanjut lagi nich ceritanya ya... Karena semua aman, akhirnya suamiku pun berangkat. Namun sayang, waktu di depan kantor polisi yang banyak orang mengatakan te...

Biaya Tilangan Polisi Naik

Lanjut lagi nich cerita tilangannya. Kali ini biya tilangannya. Di kertas tilangan tertulis tanggal sidang 25 agustus di Pengadilan Negeri Kepanjen. Sampainya di sana, gedung pengadilan bagian depan direhab. Alhasil, langsung diarahkan ke belakang. Saya bertanya ke beberapa orang yang saya kira mereka salah satu petugas sidang tentang tempat berlangsungnya persidangan. Orang tersebut menunjuk tempat yang saya ketahui tempat tersebut sebagai tempat pembayaran hasil yang telah ditentukan saat sidang. Ternyata memang benar tempat tersebut tidak berubah fungsi. Sampai di sana, petugas langsung meminta surat tilangan dari kepolisian kepada setiap orang yang terkena tilang, dan disuruh menunggu panggilan. Tak lama kemudian, nama saya dipanggil dari dalam ruangan tersebut. Sayapun langsung menuju tempat tersebut. Sampainya di sana saya kaget, karena tanpa ada pemberitahuan apa-apa langsung disuruh membayar sebesar Rp. 150.000,-. Saya masih tidak percaya dengan nominal yang disebutkan, se...